Kuasa

Salam di bulan pertama 2018, Sidang Pembaca!

Sepanjang sejarah, selalu ada bangsa-bangsa yang menjadi sangat berkuasa atau bahkan adikuasa di dunia. Kuasa mereka berdampak kepada kehidupan manusia, termasuk umat Allah, baik secara positif maupun negatif. Alkitab, khususnya Kitab Daniel pasal 2, menggambarkan bagi kita drama pergantian adikuasa-adikuasa dunia yang memuncak pada hadirnya Kerajaan Allah di bumi untuk berdaulat atas bangsa-bangsa.

Drama kolosal itu dikemukakan secara ringkas dan simbolis dalam suatu mimpi yang diberikan Allah kepada Nebukadnezar, raja Babel. Sang raja bermimpi tentang patung manusia besar yang bagian-bagian tubuhnya terbuat dari bahan-bahan berbeda dan, seperti diartikan oleh Nabi Daniel, menyimbolkan kerajaan-kerajaan/bangsa-bangsa adikuasa yang silih berganti di dunia. Patung itu kemudian remuk ditimpa sebuah batu, simbol Kerajaan Allah.

Para penelaah Alkitab sejak dulu hingga kini memiliki tafsiran umum tentang kerajaan/bangsa mana saja yang disimbolkan oleh bagian-bagian tubuh patung itu. Berpijak pada tafsiran umum ini lima peladang Komunitas Ubi (Kombi) menyusun lima tulisan tentang lima kerajaan/bangsa adikuasa yang telah muncul dalam sejarah dunia dan berdampak kepada umat Allah.

Kepala patung itu terbuat dari emas dan, seperti diterangkan Nabi Daniel, menyimbolkan Kerajaan Babel. Stefani Krista menunjukkan bahwa kerajaan yang semarak pada abad VII-VI SM ini menghancurkan Kota Yerusalem, tempat Bait Allah berdiri, dan bahwa orang Yehuda buangan belajar ilmu-ilmu penting di Negeri Babel. Babel yang adikuasa itu akhirnya tumbang oleh Kerajaan Media-Persia.

Dada dan lengan patung itu terbuat dari perak dan ditafsirkan menyimbolkan Kerajaan Media-Persia. Febroni Purba menunjukkan bahwa kerajaan yang gemilang pada abad VI-IV SM ini mengizinkan orang Yehuda pulang membangun negerinya dan bahwa Nabi Daniel dimasukkan ke gua singa pada masa pemerintahan seorang raja Media-Persia, Darius I. Media-Persia yang adikuasa itu akhirnya rontok oleh Kerajaan Yunani.

Perut dan pinggang patung itu terbuat dari tembaga dan ditafsirkan menyimbolkan Kerajaan Yunani. Herdiana Situmorang menunjukkan bahwa kerajaan yang jaya pada abad IV-I SM ini menzalimi orang Yehuda dan bahwa bahasa Yunani digunakan orang Kristen mula-mula untuk menuliskan riwayat Kristus dan surat-surat Alkitab. Yunani yang adikuasa itu akhirnya roboh oleh Kerajaan Romawi.

Kaki patung itu terbuat dari besi dan tanah liat, dan ditafsirkan menyimbolkan Kerajaan Romawi. Samsu Sempena menunjukkan bahwa kerajaan yang cemerlang pada abad I SM – V M ini membangun infrastruktur yang dimanfaatkan orang Kristen untuk menyiarkan Injil dan bahwa Kristus disalibkan pada masa kekuasaan Romawi. Romawi yang adikuasa itu akhirnya runtuh oleh bangsa-bangsa Jermanik.

Jari-jari kaki patung itu terbuat dari besi dan tanah liat, dan ditafsirkan menyimbolkan bangsa-bangsa Jermanik—atau bisa kita sebut “Kerajaan Eropa”. S.P. Tumanggor menunjukkan bahwa “kerajaan” yang melesat menjadi adikuasa dunia mutakhir ini membebaskan kiprah umat Kristen sekaligus membebaskan kekristenan diolok-olok di negeri-negerinya. Seturut pola semua adikuasa terdahulu, “Kerajaan Eropa” pun akan berakhir pada waktunya.

Batu yang menghancurkan seluruh patung itu, yakni Kerajaan Allah yang melampaui segala kuasa dunia, memberi kita pengharapan besar. Di tengah kecamuk dunia dan bangsa-bangsa, kita tahu bahwa Allah menentukan akhir yang terbaik bagi sejarah. Jadi, kita akan beribadah dan bergiat sebaik-baiknya dalam hari-hari kita di dunia, karena kita tahu bahwa “kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan” (Ibr. 12:28).

 

Selamat ber-Ubi.

 

Komunitas Ubi