Kitab Bergambar

 

Salam di bulan kesebelas 2018, rekan pembaca!

Eropa, benua asal para penginjil yang menyiarkan kekristenan di Indonesia, telah menggubah suatu budaya Kristen Eropa yang mapan. Dunia memiliki banyak sekali peninggalannya, antara lain Alkitab-alkitab yang dihiasi dengan gambar. Kitab-kitab bergambar ini terlestarikan sebagai contoh hebat tentang apresiasi terhadap Alkitab dan tentang pempribumian kekristenan.

Komunitas Ubi (Kombi) memandang kedua hal itu, apresiasi terhadap Alkitab dan pempribumian kekristenan, amat penting bagi kelangsungan kekristenan di dunia, termasuk di Indonesia. Karenanya, empat peladang Kombi menyusun empat tulisan tentang empat Alkitab bergambar untuk memperlihatkan betapa eloknya kekristenan yang ditunjang budaya setempat.

Dari Irlandia, lahirlah Kitab Kells. Kitab ini berisi teks empat injil yang dihias dengan rupa-rupa gambar dan motif hias menawan khas bangsa Kelt. Disanjung sebagai “hasil karya malaikat, bukan manusia”, Victor Samuel menunjukkan bagaimana kitab bergambar ini mengungkapkan semarak penghargaan terhadap Alkitab.

Dari Spanyol, lahirlah Alkitab Alba. Kitab ini berisi teks dan tafsiran “Perjanjian Lama” yang diperindah dengan beragam gambar dan ornamen khas Eropa abad ke-15. Disanjung sebagai “contoh luar biasa dari naskah bergambar bangsa Spanyol”, Herdiana Situmorang menunjukkan bagaimana kitab bergambar ini mendekatkan pihak-pihak yang berjauhan.

Dari Bohemia, lahirlah Alkitab Wenceslas. Kitab ini berisi sebagian teks “Perjanjian Lama” yang dipercantik dengan aneka gambar dan ornamen khas Eropa abad ke-14. Disanjung sebagai karya “unik dan sangat berharga” dengan “gambar gambarnya yang luar biasa”, Ebenhard Marpaung menunjukkan bagaimana kitab bergambar ini menerjemahkan yang asing menjadi yang akrab.

Dari Perancis, lahirlah Alkitab Morgan. Kitab ini berisi gambar-gambar cerita Alkitab, dari masa penciptaan sampai zaman Raja Daud, tapi dengan latar Eropa abad ke-13. Disanjung sebagai “contoh terbaik dari seni gothik Perancis”, S.P. Tumanggor menunjukkan bagaimana kitab bergambar ini mewujudkan usaha untuk memiliki kekristenan.

Semua kitab bergambar itu adalah warisan yang sangat berharga. Melaluinya umat Kristen dari segala bangsa dapat menyaksikan bagaimana orang Eropa di masa lalu menjunjung Alkitab dan mengerahkan budaya mereka untuk memperindah kekristenan. Kiranya umat Kristen sedunia, terkhusus di Indonesia, dapat mengikuti geliat apresiasi dan pempribumian yang cemerlang itu.

Selamat ber-Ubi

 

Komunitas Ubi