Author Archives: Bunga Siagian

Hidup Mati Bahasa, Hidup Mati Bangsa

Oleh Bunga Siagian Orang Bask (Ing.: Basque), yang hidup di kawasan utara Spanyol (dan barat daya Perancis), sempat menghadapi ancaman kematian identitas. Itu terjadi ketika budaya dan bahasa mereka dilarang atas nama nasionalisme Spanyol oleh Francisco Franco, pemimpin Spanyol yang berkuasa pada tahun 1939-1975. Euskara—sebutan untuk bahasa Bask—tidak boleh digunakan… Read more »

Inilah Kasih Itu

Oleh Bunga Siagian “Saya, X, menerima Y sebagai pasangan untuk saling mengasihi dalam suka maupun duka, sehat ataupun sakit, kaya ataupun miskin …” Kata-kata ikrar pernikahan itu kedengaran indah, bukan? Tetapi coba bayangkan jika yang menyatakannya di depan altar adalah saudara perempuan kita dan pasangannya yang perempuan juga. Atas nama… Read more »

Berkat Karunia, Patut Disyukuri

Oleh Bunga Siagian Betapa kita tidak bersyukur/Bertanah air kaya dan subur/Lautnya luas, gunungnya megah/Menghijau padang, bukit, dan lembah/Itu semua berkat karunia/Allah yang agung mahakuasa1 Lagu dengan nada pentatonik yang digubah oleh Subronto Kusumo Atmodjo (1929-1982) itu acap berkumandang dalam ibadah mingguan atau persekutuan umat Kristen di Indonesia. Memadukan kecintaannya kepada… Read more »

PA dan Mahasiswa Robot

Oleh Bunga Siagian Kritis, berpikir mandiri. Itulah idealnya mahasiswa. Di ruang kuliah, ideal ini kerap menunjukkan batang hidungnya. Namun, di ruang Pendalaman Alkitab (PA) untuk mahasiswa ideal ini sering kali tidak tampak. Tak sedikit mahasiswa Kristen mengikuti PA dengan mode dengar-dan-terima saja. Saat itu terjadi, mahasiswa Kristen selaku manusia yang… Read more »

Kekeluargaan, Kedisiplinan, Kedamaian

Oleh Bunga Siagian Mama deng papa sasaja bilang par katorang/Hidup sudara laeng musti sayang laeng/Di waktu susa sama–sama baku bantu/Ade kaka satu gandong sio/Ada yang sala, bicara bae–bae/Ada masala, baku ator, biking dame hidup orang basudara”1 Petikan lagu Hidup Gandong2 asal Maluku di atas mencerminkan ideal-ideal budaya kekeluargaan yang menjadi… Read more »

Misi yang Langka

Oleh Bunga Siagian “Kami, Gereja X [nama disamarkan], berjuang untuk keadilan, bekerja bagi kedamaian, dan menjadi perpanjangan tangan bagi mereka yang membutuhkan.” Demikianlah bunyi semboyan misi dari sebuah gereja yang saya hadiri ibadahnya beberapa waktu lalu. Membaca semboyan itu saya tertegun sekejap dan merasa “aneh.” Ini misi yang langka ditemukan… Read more »

Mitos “Penginjilan Adalah Tujuan Hidup”

Oleh Bunga Siagian “Pada akhirnya tujuan hidup kita adalah membawa jiwa untuk Tuhan,” seru seorang pembicara dalam suatu ibadah Minggu. Di lain kesempatan dan lain gereja, seorang pengkhotbah menyatakan, “Apa pun profesi kalian, tujuan akhirnya harus mengacu kepada Amanat Agung.”1 Banyaknya pengajaran semacam itu membentuk pemahaman bahwa seluruh karya kristiani… Read more »

Idealisme versus Apatisme

Oleh Bunga Siagian Di masa awal kemerdekaan, Indonesia memiliki sosok-sosok hebat yang berjuang demi bangsa bahkan sejak mahasiswa. Pendirian mereka kuat dan idealisme mereka besar. Tak ada tempat bagi apatisme terhadap bangsa di hati dan pikiran mereka. Namun, keadaan sepertinya sudah banyak berubah hari ini. Sosok-sosok mahasiswa awal, yang berani… Read more »

Bebas Meyakini Kebenaran Agama

Oleh Bunga Siagian “Manusia tidak hidup sendirian di dunia ini, tapi di jalan setapaknya masing-masing. Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama, mencari satu hal yang sama, dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan.” Secuplik pernyataan dari filem “?” (tanda tanya) karya Hanung Bramantyo (2011) itu… Read more »