Author Archives: S.P. Tumanggor

Konstruksi Bambu dan Berpikir Merakyat

Oleh S.P. Tumanggor “Jangan salah, bambu ini tidak kalah dengan besi kekuatannya”, kata Sri Murni Dewi, guru besar Fakultas Teknik Universitas Brawijaya.1 Berpikir merakyat, ia meneliti bambu dan mendapati bahwa tumbuhan yang “merakyat” di Indonesia itu sangat mungkin dijadikan bahan konstruksi bangunan. Maka bersama rekan-rekannya ia menulis buku “Bambu Konstruksi… Read more »

Sengsara dalam Selubung Jubah Ungu

Oleh S.P. Tumanggor   Di kanan belakang, seorang tentara Romawi berkumis-janggut dan bertombak mengawasi. Di kiri belakang, seorang barbar hendak memasangkan jubah ungu. Di depan, seorang berbusana Eropa abad pertengahan berlutut sambil menyerahkan sebatang buluh. Di antara mereka semua, Yesus Kristus duduk dengan pakaian dilucuti, tangan terikat, dan kepala dimahkotai… Read more »

Serbia-Montenegro: Repotnya Buyar Itu

Oleh S.P. Tumanggor Minggu malam tanggal 21 Mei 2006 Kota Podgorica di Montenegro hingar bingar. Klakson kendaraan berbunyi riuh, senjata dan petasan meletup di sana-sini, kaum muda melambai-lambaikan bendera berwarna merah dan emas—bendera monarki Montenegro. Semua mengungkapkan sukacita karena warga yang ingin merdeka memenangkan pungutan suara atas warga yang ingin… Read more »

“Kerajaan Eropa”: Kuasa Duniawi Tak Pernah Lestari

Oleh S.P. Tumanggor   Dunia memang belum pernah mengenal suatu kerajaan yang bernama “Kerajaan Eropa”. Namun, istilah itu terkadang digunakan untuk menyebut Uni Eropa sebagai suatu entitas kenegaraan yang adikuasa.1 Negara-negara atau bangsa-bangsa penyusun Uni Eropa, khususnya yang biasa disebut sebagai negara/bangsa “Barat” (Inggris, Jerman, Perancis, Belanda, Spanyol, Italia, dll.)… Read more »

Tubuh Mulia

Oleh S.P. Tumanggor “Aku percaya kepada … kebangkitan tubuh”.1 Kata-kata agung itu masih sering dilafalkan umat Kristen di banyak gereja yang memegang tradisi pengucapan Pengakuan Iman Rasuli. Gagasan alkitabiah di baliknya menandaskan bahwa di kekekalan nanti, di langit dan bumi yang baru, kita tidak akan menjadi roh tanpa tubuh (yang… Read more »

Columban dan Gallen: Penjinak Serigala dan Beruang Eropa

Oleh S.P. Tumanggor   Columban (Ing.: Columbanus) dan Gallen (Ing.: Gall) adalah dua rahib agung asal Eire (Irlandia) yang kerap digambarkan bersama binatang, masing-masing serigala dan beruang.1 Gambaran tersebut berkaitan dengan riwayat pengembaraan mereka di Eropa daratan pada abad ke-6 dan ke-7 untuk “menjinakkan” benua yang ketika itu “liar” secara… Read more »

Bahasa Jelajah Nusantara

Oleh S.P. Tumanggor Satu cara seru untuk mengapresiasi dan mengokohkan cinta kepada Indonesia adalah dengan menjelajahi tanah air yang teramat permai ini. Saya bersyukur karena keluwesan jam kerja memungkinkan saya berbuat demikian. Banyak tempat sudah saya tandangi di Nusantara dan banyak pengalaman berharga sudah saya peroleh. Dan satu hal hebat… Read more »

Encim Masnah: Semangat Maestro Gambang Kromong

Oleh S.P. Tumanggor   “Sinden gambang kromong klasik terakhir”—itulah julukan yang diselempangkan pada Encim Masnah (lahir dengan nama Pang Tjin Nio pada tahun 1925 di Banten Lama). Itulah pula yang membuatnya dikalungi gelar “maestro seni tradisi” pada tahun 2007 oleh Menteri Budaya dan Pariwisata. Encim Masnah memang menatang semangat besar… Read more »

Lee Tai-young: Pembela Keadilan dan Kesejahteraan Wanita

Oleh S.P. Tumanggor Pada bulan Maret 2017, dalam rangka Hari Wanita Internasional, 13 tokoh wanita dunia ditampilkan dalam gambar bebas (“doodle”) Google. Seorang dari mereka adalah Lee Tai-young, tokoh kelahiran Pukjin tahun 1914 yang menjadi pengacara wanita pertama, hakim wanita pertama, dan pendiri lembaga bantuan hukum pertama di Korea.1 Kesalehannya… Read more »