Anatomi Indonesia Harus Berimbang

Oleh Samsu Sempena

Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah janin dari keindonesiaan. Waktu itu, masih di bawah penjajahan Belanda, para pemuda Nusantara seia sekata berikrar bahwa mereka adalah putra-putri Indonesia yang bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan. Bayi Indonesia pun lahir sehat pada 17 Agustus 1945.

Namun, dalam pertumbuhannya, Indonesia rupanya belum bisa menggenapi cita-cita yang ditekadkannya sendiri dalam pembukaan UUD 1945: “melindungi segenap bangsa Indonesia …, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.” Hari ini, pertumbuhan Indonesia belum bisa dikatakan sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lahir belakangan, misalnya Cina dan India.1

Masalah utama pertumbuhan Indonesia adalah pembangunan yang terlalu terpusat di Pulau Jawa. Data menunjukkan bahwa 60% penduduk yang menggerakkan roda perekonomian Indonesia tinggal di Pulau Jawa.2 Alhasil daerah-daerah luar Jawa tertinggal dengan kadar bervariasi dalam hal prasarana, fasilitas, dan kemudahan hidup lainnya. Jadi, anatomi tubuh Indonesia harus berkembang secara berimbang agar tidak menjadi kendala untuk menggapai cita-cita Indonesia.

“Melindungi segenap bangsa Indonesia” bisa kita pandang berkaitan dengan sistem-sistem rangka, kekebalan, dan peredaran darah dalam anatomi Indonesia. Sistem rangka berbentuk perlindungan terhadap seluruh wilayah negeri. Sistem kekebalan berbentuk penunjang kesehatan dan ketersediaan kebutuhan pokok. Sistem peredaran darah berbentuk prasarana logistik seperti pelabuhan, jalan, dan bandara.

Hari ini geliat perkembangan ketiga sistem itu masih kontras antara Pulau Jawa dan luar Jawa. Karenanya, kita secara khusus perlu menggenjot pembangunan di luar Jawa dalam hal penguatan daerah-daerah perbatasan, penempatan dokter-dokter ahli di rumah sakit daerah, pengupayaan swasembada kebutuhan pokok (sembako, listrik, air), peningkatan mutu jalan sesuai standar nasional, dll.

“Memajukan kesejahteraan umum” bisa kita pandang berkaitan dengan sistem pencernaan dalam anatomi Indonesia. Sistem pencernaan ini berbentuk industri yang mengolah bahan baku ataupun setengah jadi menjadi barang bernilai ekonomi lebih tinggi. Industri, dengan banyak ragamnya (jasa, konstruksi, manufaktur, pariwisata, dsb.), akan mengoptimalkan sumber daya alam dan menyerap tenaga kerja di suatu daerah.

Hari ini industri Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa. Untuk mengatasi masalah itu pemerintah telah menggagas program MP3EI yang membagi Indonesia menjadi enam koridor pembangunan dengan industri unggulannya masing-masing.3 Tujuannya adalah untuk meratakan penyebaran industri. Kita harus mendukung dan mengawal program bagus ini.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa” bisa kita pandang berkaitan dengan sistem saraf dalam anatomi Indonesia. Sistem saraf berbentuk lembaga pendidikan: PAUD, sekolah, universitas, tempat pelatihan formal dan informal. Di masa sekarang, akses ke internet juga sangat mendukung kegiatan pendidikan karena memungkinkan pengajar dan pelajar mengunduh bahan ajar, menggali informasi seluas-luasnya, mencari literatur, dll.

Hari ini banyak lembaga pendidikan di luar Jawa kekurangan guru berkualitas, bahkan tidak memiliki akses ke internet. Itu harus diatasi dengan memampukan (memudahkan, menunjang) guru-guru andal menyebar ke luar Jawa, menyetarakan mutu lembaga-lembaga pendidikan di Pulau Jawa dan luar Jawa, dan memperluas akses ke internet di seantero Indonesia.

“Ikut melaksanakan ketertiban dunia” bisa dikaitkan dengan sistem pengeluaran dan sistem pernapasan dalam anatomi Indonesia. Sistem pengeluaran berbentuk pengendalian limbah dan polusi agar tidak berdampak buruk secara internasional. Sistem pernapasan berbentuk “pelepasan” pelajar, atlet, bahkan TKI untuk mempererat hubungan antar bangsa ataupun memberi manfaat kepada bangsa lain.

Hari ini perkembangan kedua sistem itu belum memadai di luar Jawa. Karenanya, di luar Jawa kita perlu meningkatkan pengawasan terhadap tambang dan hutan serta pengadaan lebih banyak program pertukaran pelajar, fasilitas olahraga dan pembinaan atlet berkelas internasional, dan pelatihan keterampilan TKI.

Tanpa perkembangan anatomi Indonesia yang berimbang, cita-cita luhur keindonesiaan hanya akan tertambat di Pulau Jawa. Ini tidaklah memenuhi ikrar besar kita tentang satu tanah air Indonesia yang harus bertumbuh sempurna di seantero wilayahnya.

.

Samsu Sempena adalah seorang praktisi teknologi di biro perjalanan yang bermukim di DKI Jakarta.

.

Catatan

1 Cina merdeka pada tanggal 1 Oktober 1949 dan India pada tanggal 15 Agustus 1947. Walaupun merdeka belakangan dari Indonesia, kini Cina dan India telah menjadi dua kekuatan ekonomi besar Asia yang melampaui Indonesia.

2 Lihat ”Distribusi Persentase Penduduk dan Kepadatan Penduduk Menurut Provinsi, 2000-2013” dalam situs Badan Pusat Statistik. <http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1277>.

3 Lihat “Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025” dalam situs Bappenas. <http://bappenas.go.id/berita-dan-siaran-pers/kegiatan-utama/master-plan-percepatan-dan-perluasan-pembangunan-ekonomi-indonesia-mp3ei-2011-2025/>.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *