Jelajah Keindahan Indonesia

Oleh Samsu Sempena

Sejak kecil, saya tergolong katak dalam tempurung karena cenderung “terkurung” saja di Pulau Jawa, di kota tempat tinggal saya, alias jarang bepergian ke luarnya. Setelah bekerja dan mandiri, saya mulai menjelajahi tanah air Indonesia yang kabarnya indah permai. Saya ingin berkarya bagi Indonesia, jadi saya pikir saya perlu mengenal Indonesia lebih baik. Maka saya meniatkan agar setiap tahun setidaknya ada satu daerah baru di Indonesia yang saya jelajahi keindahannya.

Tahun 2012 menandai petualangan pertama saya berjelajah di Nusantara. Saya mengunjungi pulau-pulau Timor dan Alor di Nusa Tenggara Timur. Dari Bandara El-Tari saya naik bus untuk menyusuri Pulau Timor ke perbatasan Timor Leste melalui Soe, Nikiniki, Kefa, dan Atambua sampai balik lagi ke Kupang. Sepanjang jalan saya mengamati ladang, kebun, sawah, dan lahan yang begitu luas di Timor. Saya menemukan keindahan dalam keluasan.

Saya melanjutkan jelajah ke Pulau Alor dengan kapal feri. Waktu tempuh yang jauh lebih lama daripada pesawat terbang memungkinkan saya menikmati keajaiban perubahan warna langit dari biru cerah, jingga keemasan, hingga hitam pekat dengan gemerlap bintang. Saya berlabuh di Kota Kalabahi dan menghampiri pantai-pantai Deere dan Mali. Tidak ada wisatawan lain kala itu, hanya hamparan pasir putih halus dan deretan pohon kelapa. Saya menemukan keindahan dalam kesunyian.

Tahun 2013 saya berjelajah di Sulawesi Selatan. Dari Bandara Sultan Hasanuddin, saya bergegas menuju Benteng Rotterdam, Makassar, yang tetap kokoh sejak zaman Kerajaan Gowa lebih dari empat abad lalu. Setelah berkeliling kota dan menikmati berbagai kuliner, saya mengunjungi Maros, tempat tebing-tebing karst menjulang tinggi membentuk gugusan pegunungan batu gamping. Saya menemukan keindahan dalam kekokohan.

Tahun 2014 saya berjelajah di nusa paling timur, Papua, yakni di Jayapura dan sekitarnya. Yang paling mengesankan bagi saya adalah pemandangan tenteram Danau Sentani dengan desa-desa berumah panggung di sekitar danau. Saya menyapa beberapa orang penduduk dari atas perahu sembari mengelilingi danau. Sejauh mata memandang Danau Sentani dikepung perbukitan hijau di bawah langit teduh. Saya menemukan keindahan dalam ketenangan.

Tahun 2015 saya berkesempatan berjelajah di Sumatera Utara. Saya tempuh rute dari Bandara Kualanamu menuju Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Parapat, Saribudolok, Kabanjahe, hingga berakhir di Medan. Salah satu pemandangan yang memukau benak saya adalah air terjun Sipiso-piso di Saribudolok dengan gemuruh curahan airnya yang dahsyat dari ketinggian seratus dua puluh meter—bak ribuan pisau menghunjam bumi. Saya menemukan keindahan dalam keriuhan.

Tahun 2016 saya berjelajah di Bali. Setelah mengunjungi tempat-tempat padat wisatawan seperti Kuta dan Sanur, saya melanjutkan petualangan ke Kintamani. Jalan semakin menanjak mendekati Gunung Batur. Awan tipis tampak sejajar pandangan mata, mencoba menyelimuti Danau Batur yang menggenang sekitar seribu meter di atas permukaan laut. Saya menemukan keindahan dalam ketinggian.

Tahun 2017 saya berjelajah di Kalimantan Barat. Pulang dari Singkawang ke Pontianak, saya mampir di tugu khatulistiwa yang menandai letak istimewa Kota Pontianak pada garis khatulistiwa. Saya pun sempat berjalan menyusuri sungai di sebelah tugu itu, yakni Sungai Kapuas yang istimewa karena merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Saya menemukan keindahan dalam keistimewaan.

Segala pengalaman jelajah keindahan Nusantara itu membuat saya makin mengapresiasi dan mencintai Indonesia yang semarak diciptakan Allah ini. Jika dikelola baik-baik, segala keindahan itu dapat menyejahterakan bangsa melalui industri pariwisata. Niscaya anak cucu bangsa Indonesia tidak akan kekurangan sesuatu yang baik dan terus bahagia tinggal di negeri nan indah permai.

Saya senang sekali karena telah keluar dari tempurung untuk mengenal Indonesia lebih baik. Semoga setiap orang Indonesia bisa dan mau mengambil kesempatan untuk keluar dari kota atau daerahnya dan menjelajahi keindahan Nusantara.

Samsu Sempena adalah seorang karyawan biro perjalanan yang bermukim di DKI Jakarta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *