Author Archives: Herdiana Situmorang

Fiachra: Penyemai Belas Kasihan di Eropa

Oleh Herdiana Situmorang   Setiap tanggal 1 September, di Perancis dan Irlandia diadakan perayaan Santo Fiachra (Ing.: Fiacre). Ia adalah seorang rahib asal Eire—nama asli Irlandia—yang tersohor di Perancis karena karyanya mempengaruhi banyak orang, bahkan memperluas kekristenan di sana. Ia menyemai belas kasihan bagi orang miskin, lemah, dan sakit.1 Kesalehan… Read more »

Jelajah Jati Diri Bangsa

Oleh Herdiana Situmorang Suatu bagian besar dari hidup saya boleh dibilang merupakan masa menjelajah. Sebagai orang Batak, kelahiran saya di Surabaya, Jawa Timur, pada paruh pertama tahun 1980-an adalah hasil jelajah orang tua saya. Di sanalah pula titik awal jelajah saya ke daerah-daerah lain yang memberi saya kesempatan mengenal orang-orang… Read more »

Gusti Jamhar Akbar: Pesan Pantang Menyerah Maestro Lamut

Oleh Herdiana Situmorang   Seorang pria tua duduk bersila di lantai. Dari mulutnya melantun syair, pantun, dan cerita berbahasa Banjar. Sebuah tarbang (rebana) ditabuhnya dengan irama dinamis mengikuti lantunannya. Di hadapannya duduk para penonton dan tersaji berbagai makanan serta minuman. Pria tua itu adalah sang maestro lamut, Gusti Jamhar Akbar…. Read more »

Pandita Ramabai: Pejuang Hak Wanita

Oleh Herdiana Situmorang Pandita Ramabai, pejuang hak wanita asal India, adalah seorang Kristen yang saleh. Iman Kristen menggerakkan kepeduliannya kepada wanita, kaum yang tidak diperhitungkan di India pada zamannya, apalagi jika telah menjanda. Kebanyakan janda berusia sangat muda karena dinikahi orang dewasa pada usia anak. Mereka rentan disiksa, dituntut membakar… Read more »

Tuanku Abdul Hamid: Meluaskan Pengaruh Bangsa di Dunia

Di dinding gereja Oude Kerk Middelburg, Zeeland, Belanda, melekatlah sebuah prasasti marmer untuk mengenang seorang tokoh Nusantara. Pada prasasti itu terukir dengan tinta emas nama Tuanku Abdul Hamid, utusan Kesultanan Aceh untuk Kerajaan Belanda yang datang dan meninggal di sana pada tahun 1602.1 Bahwa Tuanku Abdul Hamid sampai dikenang secara… Read more »

Memaknai dan Menikmati Hidup dalam Swieconka

Di Polandia, pada masa raya Paskah, kita bisa mendapati pemandangan khas: keluarga-keluarga pergi berbondong-bondong ke gereja sambil membawa keranjang berisi telur Paskah dan makanan lain untuk diberkati oleh pastor. Mereka melakukannya sehari sebelum Paskah. (Isi keranjang itu kemudian mereka nikmati bersama keluarga pada hari Paskah.)1 Tradisi unik untuk memperingati kebangkitan… Read more »

Danau Sentarum: Dekat di Mata, Jauh di Kocek

Oleh Herdiana Situmorang “Unik betul!” ujar saya saat melihat potret-potret Danau Sentarum di sebuah situs internet. Potret-potret danau indah itu—yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat—diambil di musim penghujan dan kemarau. Di musim penghujan, pemandangannya adalah genangan air luas dengan hutan-hutan yang seperti pulau-pulau di tengahnya. Di musim kemarau,… Read more »

Bakar Batu dan Perdamaian Raya Natal

Oleh Herdiana Situmorang Natal—hari raya kelahiran Yesus Kristus—diperingati orang Papua dengan cara unik. Setelah mengikuti ibadah Natal di gereja, mereka biasa mengadakan pesta bakar batu, yakni kenduri raya memasak daging babi dan sayur mayur di atas batu. Setelah makanan matang, mereka duduk berkeliling untuk menyantapnya bersama-sama dalam suasana penuh sukacita… Read more »

“Pohon Inovasi” Pengafiat Bangsa

Oleh Herdiana Situmorang Kalau saya pikir-pikir, profesi dokter—seperti yang saya sandang—bisa diibaratkan dengan pohon. Keahlian dokter dalam mengenali, mencegah, dan mengobati penyakit adalah bak buah baik yang dihasilkan pohon. Begitu juga, yang mungkin lebih jarang dibicarakan, inovasi dokter. Keduanya merupakan modal penting para dokter untuk mengafiatkan/menyehatkan masyarakat, bangsa, dan dunia…. Read more »

Garca Kalimantan: Gambar Kepercayaan Diri

Oleh Herdiana Situmorang Mata dunia membelalak ketika menyaksikan gambar cadas (garca) di gua-gua prasejarah yang bertaburan di kepulauan Indonesia. Sekumpulan garca yang terdapat di Pulau Kalimantan diyakini dibuat sekitar 5.000–10.000 tahun yang lalu.1 Ribuan gambar terpampang di dinding dan langit-langit gua bak lukisan di galeri. Semuanya memamerkan kepada dunia kepercayaan… Read more »